Bunda, maaf jika aku diam

Aku mungkin tak akan banyak cerita denganmu. Bunda, aku diam disini meratapi malam berganti pagi. mencari ide yang tak tahu apalagi. Bunda, aku sendiri tanpa kau disini. Tapi, aku sadar ketika aku sedang bersamamu pun juga aku masih buatmu jengkel. Ibu, maafkan aku. Aku disini merasa sendiri, mungkin tak ada yah bu yang ingin menjadi teman aku hidup dengan keanehan dan serangkai perasaan yang menyedihkan. Mungkin ada banyak kesalahan pada diriku bunda. Maaf bunda bukan ingin buatmu khawatir karena kau jauh darimu tapi aku hanya ingin tahu siapa yang mencintaiku seutuhnya. Aku masih belum membuka hati untuk orang, karena kau tahu bunda sifatku. Aku tak akan buka hati ke orang lain. Mengertilah, ini pilihanku. Mungkin menyakitkan pada saat aku sendiri tapi ingatlah bunda aku masih percaya ada orang yang nan jauh di sana masih menyayangi aku

Tangerang, 1 Februari 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s